Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu Gelar Pelatihan Penyelesaian Konflik Anak dengan Pendekatan Segitiga Restitusi

INTELEJENNEWS.COM, –

Pringsewu,Universitas Muhammadiyah Pringsewu kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas pendidik dan orang tua melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Penyelesaian Konflik Anak dengan Pendekatan Segitiga Restitusi”.(16/02/ 26)

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dilaksanakan di TK Aisyiyah Pringsewu dan diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Nasyiatul Aisyiyah Cabang Pringsewu.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Edy Irawan, M.Pd., Siti Khoiriyah, M.Pd., dan Nurmitasari, M.Pd., yang memberikan pemahaman mendalam mengenai konflik anak sebagai bagian dari proses perkembangan.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa konflik bukanlah sesuatu yang harus selalu dihukum, melainkan dapat menjadi peluang pembelajaran sosial-emosional apabila ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Pelatihan ini bertujuan membantu peserta memahami perbedaan antara hukuman, konsekuensi, dan restitusi, serta membekali mereka dengan strategi praktis dalam menangani konflik anak secara lebih mendidik dan membangun karakter.

Peserta juga diajak mengenali kebutuhan dasar yang memengaruhi perilaku anak, seperti kebutuhan akan kasih sayang, penguasaan, kebebasan, dan kesenangan.

Sesi inti kegiatan membahas konsep Segitiga Restitusi yang terdiri atas tiga tahapan utama, yakni menstabilkan identitas anak, memvalidasi tindakan yang salah tanpa menghakimi, serta menanyakan kembali keyakinan atau nilai yang diyakini bersama.

Pendekatan ini menekankan bahwa tujuan utama penyelesaian konflik adalah membangun tanggung jawab dan karakter positif anak, bukan sekadar memberikan efek jera.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan role play. Peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk mempraktikkan langsung tahapan segitiga restitusi dalam berbagai situasi konflik, seperti anak tidak mengerjakan tugas, bertengkar dengan teman, atau melanggar aturan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi refleksi dan berbagi pengalaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dan orang tua mampu menerapkan pendekatan restitusi secara konsisten di lingkungan keluarga maupun sekolah, sehingga tercipta budaya disiplin positif yang menguatkan karakter anak.

Kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari komitmen dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu dalam menghadirkan praktik pendidikan yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada penguatan karakter generasi masa depan.(Woko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *