Pemerintah Desa Desa Glonggong pada bulan Selo kembali menggelar kegiatan Bersih Dusun sebagai bentuk pelestarian tradisi dan kearifan lokal masyarakat. Tahun ini kegiatan dipusatkan di Dukuh Jalas yang meliputi RT 08, RT 09, RT 10, RT 11, dan RT 12.
Kegiatan Bersih Dusun tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh masyarakat setempat. Warga bersama-sama menjaga tradisi turun-temurun yang setiap tahun rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat kebersamaan antarwarga.
Desa Glonggong sendiri terdiri dari 42 RT dan 5 RW yang selama ini dikenal aktif menjaga budaya serta nilai gotong royong masyarakat desa. 
Dalam rangkaian acara Bersih Dusun di Dukuh Jalas, masyarakat juga menampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan milik dan binaan warga sendiri. Penampilan seni budaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bukti nyata bahwa masyarakat masih menjaga dan melestarikan budaya daerah.
Kepala Desa Glonggong, Mustakim menyampaikan bahwa kegiatan Bersih Dusun bukan hanya tradisi seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan warga serta menjaga warisan budaya leluhur.
“Tradisi Bersih Dusun ini adalah bagian dari kearifan lokal yang harus terus dijaga bersama. Kami bersyukur masyarakat Dukuh Jalas masih kompak melestarikan budaya, termasuk kesenian Reog Ponorogo milik warga sendiri. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar budaya desa tetap hidup dan masyarakat semakin guyub rukun,” ujar Mustakim.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Glonggong berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Adv/red

