JAKARTA – Intelejennews.com –Anggota DPR RI sekaligus Dosen Pascasarjana Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara adalah terobosan besar yang berpotensi menjadi mesin uang baru bagi perekonomian Indonesia. Dalam kuliah bertajuk Pembaharuan Hukum Nasional, Bamsoet mengungkapkan bahwa pembentukan Danantara melalui perubahan ketiga Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN adalah langkah strategis yang akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, Danantara memiliki mandat untuk mengelola aset dan dividen BUMN, termasuk dividen holding investasi, holding operasional, serta langsung dari BUMN terkait. Struktur dan tata kelolanya diperkuat oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2025, yang memastikan bahwa Danantara beroperasi dengan kepastian hukum yang kuat dan pengelolaan yang transparan.
Bamsoet menegaskan bahwa Danantara harus dikelola dengan akuntabilitas tinggi agar bisa menjadi instrumen investasi yang menggerakkan perekonomian secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih ketat agar setiap kebijakan investasi yang diambil benar-benar berdampak positif bagi bangsa.
“Danantara ini bisa menjadi mesin uang baru bagi Indonesia, dengan potensi aset mencapai Rp 14.000 triliun! Namun, kita harus memastikan pengelolaannya transparan dan tidak melenceng dari kepentingan nasional,” ujar Bamsoet saat mengajar di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (15/3/2025).
Sebagai Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20, Bamsoet menegaskan bahwa Danantara merupakan bentuk nyata dari amanat Pasal 23 UUD 1945, yang menyatakan bahwa keuangan negara harus dikelola dengan undang-undang. Dengan regulasi yang kuat, Danantara dapat diawasi secara ketat oleh lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga dana investasi negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
“Jika dikelola dengan benar, Danantara akan membawa Indonesia ke era ekonomi baru yang lebih kuat. Ini bukan sekadar lembaga investasi biasa—ini adalah motor penggerak ekonomi yang bisa menjadikan Indonesia pusat investasi global!” tegasnya.
Dengan estimasi aset yang begitu besar, Danantara diprediksi menjadi salah satu SWF terbesar di dunia. Oleh karena itu, Bamsoet menekankan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, sangat dibutuhkan agar Danantara bisa berfungsi maksimal dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Jangan sampai kita menyia-nyiakan potensi sebesar ini! Jika dikelola dengan tepat, Danantara bisa menjadi senjata ekonomi Indonesia untuk bersaing di panggung global!” pungkasnya. (FR85)





