Majalengka – Untuk menggali dan mengoptimalkan program outdoor activity bernuansa Islami seperti “Bustanul Quran” (taman/pembelajaran Al-Quran di luar ruangan). Metode ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat karakter dan pemahaman agama siswa melalui pendekatan yang lebih menyenangkan serta menyatu dengan alam.
Kegiatan outdoor activity bernuansa Islami,pendidikan baca tulis Al-Quran itu penting diajarkan. Dalam agama Islam, kitab suci ini menjadi pedoman hidup bagi muslim.
Pembina Bustanul Qur’an, Ketua DKM Masjid Jami Al-Hikmah Kelurahan Babakan Jawa Majalengka, dan juga sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H., mengatakan lokasi yang terbukamembuat anak-anak nyaman mengaji.Hal ini membuat mereka lebih mudah berkonsentrasi saat belajar.Interaksi antara anak anak dan alam akan lebih memudahkan, anak anak untuk menerima ilmu maupun menerima pengetahuan.
“Tujuan perjalanan istimewa mereka adalah saung nyampeur kahayang, sebuah tempat yang asri dan tenang yang terletak di Desa Salagedang kecamatan Sukahaji. Di tempat menyatukan dengan alam ini mereka akan menghabiskan waktu untuk mengaji dan memperdalam ilmu agama. Belajar di Al-Quran di ruang terbuka seperti ini tidak hanya memberikan suasana baru yang menyegarkan tetapi juga menjadi pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan bagi Anak-anak Berakallah Fikum,” Ujar Iing Misbahuddin saat di wawancara media pada Rabu 08 Juli 2026.
Iing Misbahuddin mengajak seluruh orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka sejak dini dengan mengajarkan membaca, menulis, dan memahami isi Al-Qur’an.bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman penting bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Penting mendidik anak-anak sejak dini, kenapa penting ini peraturan daerah kami sosialisasikan tentunya menjadi pegangan bagaimana kemudian isi bacaan tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari anak,”Ucapnya
menjelaskan bahwa dengan mampu membaca dan memahami isi Al-Qur’an, umat Muslim dapat menghindari perbuatan negatif dan perilaku tercela.
“Kalau kita pahami nilai Al-Qur’an maka saya kira tidak saling mengungkap aib. Dan Al-Qur’an juga mampu membawa kita ke arah yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah,” terangnya.
Harapan kedepannya, bahwa tidak ada alasan bagi umat Muslim untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang membaca dan menulis Al-Qur’an.***().






