Polsek Juntinyuat Jadi Pembina Upacara, Ingatkan Bahaya Obat Terlarang Hingga Tawuran

INDRAMAYU – Polisi mendatangi SMP PGRI Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, untuk memberikan edukasi kepada para pelajar tentang bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan tawuran. Pesan tersebut disampaikan langsung saat upacara bendera, Senin (12/10/2026).

Kegiatan itu dilakukan Kanit Samapta Polsek Juntinyuat Polres Indramayu Polda Jabar, Aipda A. Azis, yang bertindak sebagai pembina upacara di sekolah yang berada di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat.

Di hadapan ratusan siswa dan para guru, Aipda Azis menyampaikan sejumlah pesan terkait kedisiplinan, pentingnya menjaga pergaulan, hingga bahaya penyalahgunaan obat keras tertentu (OKT).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi polisi untuk mengajak para pelajar menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Juntinyuat IPTU Trio Tirtana H. mengatakan, kehadiran polisi di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya pencegahan kenakalan remaja sejak dini.

Menurutnya, pembinaan langsung kepada pelajar penting dilakukan agar mereka memahami risiko penyalahgunaan obat-obatan dan keterlibatan dalam aksi kekerasan.

Dalam amanatnya, Aipda Azis mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh ajakan teman yang mengarah pada perilaku negatif.

Ia menegaskan, penyalahgunaan obat-obatan dapat membahayakan kesehatan sekaligus membawa konsekuensi hukum.

Karena itu, para siswa diminta lebih selektif dalam memilih pergaulan dan tidak mudah mengikuti ajakan yang berpotensi merusak masa depan.

Tak hanya soal obat-obatan, Aipda Azis juga menyoroti bahaya tawuran pelajar yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Ia mengajak siswa menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik, tanpa menggunakan kekerasan.

“Hindari pergaulan negatif yang memicu tawuran pelajar. Fokuslah belajar dengan tekun dan taati aturan sekolah agar kelak menjadi kebanggaan keluarga,” pesannya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan kegiatan polisi menjadi pembina upacara merupakan salah satu bentuk kerja sama antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda.

Menurutnya, penanaman disiplin dan kesadaran hukum perlu dilakukan sejak usia sekolah agar para pelajar memiliki pemahaman mengenai tanggung jawab serta konsekuensi dari setiap tindakan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak SMP PGRI Juntinyuat yang telah memberikan ruang bagi kepolisian untuk memberikan pembinaan kepada para siswa,” ujar Tarno,

Ia menjelaskan, pendekatan langsung ke sekolah juga dapat membantu kepolisian membangun komunikasi dengan tenaga pendidik untuk mengantisipasi potensi kenakalan remaja, termasuk yang terjadi di luar jam pelajaran.

Karena itu, pihak sekolah dan orang tua diharapkan terus memperhatikan aktivitas serta pergaulan anak-anak, baik di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.

“Kami berharap para siswa mampu menyerap nilai-nilai kedisiplinan ini dan menjadikannya sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, pihkanya berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menjauhi penyalahgunaan obat-obatan, menghindari tawuran, dan membangun kebiasaan positif.

Kepolisian juga mengajak para guru dan orang tua untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung masa depan generasi muda.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *