Lestarikan budaya dalam acara kepel culture festival

 

MADIUN,INTELEJENNEWS.COM-Bersih desa merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari kewajiban setiap keluarga untuk menyumbangkan makanan. Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh – roh jahat yang mengganggu. Maka sesaji diberikan kepada danyang, karena danyang dipercaya sebagai penjaga sebuah desa.

Bacaan Lainnya

Seperti yang di lakukan oleh Sesepuh adat dan seluruh jajaran perangkat desa kepel kecamatan kare kabupaten madiun menggelar slametan keduri adat di punden sendang pancur yang airnya tak pernah surut meski saat musim kemarau, kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh masyarakat dan perangkat desa kepel saat bulan suro atau muharram sebagai wujud rasa syukur dan mendoakan para leluhur.

Tak hanya itu para sesepuh desa juga melakukan larung sengkolo, larung sengkolo ini di laksanakan dengan melarung jenang ke aliran sungai setempat yang di artikan sebagai simbol membuang segala rasa jahat ,kebencian dan sebagai tolak bala dari segala mara bahaya.

“Kami mempunyai kewajiban untuk melestarikan tradisi ini seperti ke sendang – sendang dan larung sengkolo di sungai untuk mehilangkan segala hal -hal buruk yang ada di desa kepel ini, harapan kami kedepannya desa kepel akan jauh lebih baik lg dan di jauhkan dari malapetaka” Jelas ketua lembaga adat desa kepel Bambang Kasto”.

Tak hanya itu dalam acara kepel culture festival juga melaksakan berbagai kegiatan kesenian, kebudayaan dan edukasi, di puncak acara warga dari berbagai dusun dan sekolah menampilkan kesenian budaya saat kirab budaya.

“Kegiatan ini sebenarnya embrionya bersih desa tapi kita kemas dalam kapel culture festival yang di mana tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 6 kali, kami melakukan hal ini bertujuan untuk acara kirim doa di desa kami tidak hanya di lakukan secara konvensional seperti yang sudah ada selama ini, tapi kami ingin dalam acara kepel culture festival ini dimana kita tetap melestarikan budaya tp kita juga bisa sekaligus memajukan umkm kita” Ucap kepala desa kepel Sungkono di hadapan awak media.

Kedepan pemerintah dan masyarakat desa kepel berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin yang berkelas tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Adv/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *