Berita: Ketua LSM TOPAN RI Geram, Laporan Dugaan Pungli dan Korupsi Dana BOS di MAN 1 Sarolangun Didiamkan Pihak Kanwil Jambi

Jambi – IntelejenNews.com,

Bambang Irawan, Ketua LSM TOPAN RI DPW Jambi, menyatakan kegeramannya terhadap sikap Kanwil Kemenag Provinsi Jambi yang seolah melakukan pembiaran terhadap laporan dugaan pungutan liar (pungli) dan korupsi dana BOS di MAN 1 Sarolangun. Kasus ini telah mencuat ke publik melalui berbagai media, baik online, cetak, hingga YouTube dan televisi, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut yang signifikan dari pihak Kanwil Kemenag.

Bacaan Lainnya

Bambang Irawan mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu tim dari Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, termasuk Kabid Madrasah Dedi Irama Silalahi, turun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan. Namun, setelah itu tidak ada perkembangan berarti terkait penyelesaian kasus tersebut. Pada Senin (9/09/2024), Bambang kembali mencoba menghubungi Kabid Madrasah melalui telepon dan WhatsApp, namun tidak mendapatkan respon.

“Saya sudah berulang kali menghubungi Pak Dedi Irama dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Haji Zospia, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Seolah-olah laporan kami diabaikan,” ujar Bambang kepada awak media.

Bambang juga menyatakan bahwa jika laporan mereka tidak segera ditindaklanjuti, dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati Kementerian Agama RI. Dia menilai Kanwil Kemenag Jambi seakan-akan sengaja membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa ada kejelasan.

Kasus dugaan pungli dan korupsi di MAN 1 Sarolangun semakin heboh setelah adanya indikasi penyuapan oleh Salimin, Kepala Sekolah MAN 1 Sarolangun. Salimin diduga berupaya menyuap Ketua LSM TOPAN RI agar laporan tersebut ditarik kembali dan melobi pihak Kejaksaan Tinggi Jambi untuk menghentikan kasus tersebut.

“Upaya penyuapan ini jelas mencerminkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Kami tidak akan mundur dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Bambang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil Kemenag Jambi belum memberikan klarifikasi terkait kasus ini, sementara masyarakat Jambi terus menanti tindakan tegas dari pihak berwenang.

(Siepronhadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *