
Jalan Dusun di Pekon Pujodadi Dibangun dengan Dana ADD
Intelijennews.com, Pringsewu – Pemerintah Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, membangun jalan rabat beton sepanjang 290 meter di wilayah Dusun 1 dan Dusun 2. Proyek infrastruktur tersebut dibiayai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran Rp189.240.000.
Pembangunan ini tak hanya dipandang sebagai proyek fisik, namun bagian dari strategi penguatan fondasi pelayanan publik pekon yang berbasis kebutuhan riil warga. Pemerintah pekon menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah melalui kajian teknis, evaluasi kondisi eksisting, serta musyawarah warga.
Penjabat (Pj) Kepala Pekon Pujodadi, Muhammad Syamsir, mengungkapkan bahwa pembangunan rabat beton ini diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Jalan ini merupakan jalur vital yang dilalui setiap hari oleh warga. Kalau musim hujan, kondisinya becek dan berisiko bagi keselamatan,” kata Syamsir kepada Intelijen.com, Jumat (20/6/2025).
Menurut Syamsir, pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan metode swakelola dan melibatkan warga, termasuk aparat pekon, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sistem ini dinilai lebih efektif dalam membangun rasa memiliki serta kontrol sosial terhadap penggunaan dana desa.
“Dengan melibatkan warga langsung, kami tidak hanya membangun jalan, tapi juga memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan anggaran. Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Syamsir juga menjelaskan bahwa kegiatan ini mengedepankan efisiensi penggunaan ADD, di mana setiap tahap pelaksanaan dipastikan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Standar Satuan Harga (SSH) dari pemerintah kabupaten.
“Anggaran ini adalah milik rakyat. Kami pastikan tidak ada pemborosan dan semua terukur sesuai perencanaan,” tegasnya.
Pembangunan rabat beton ini juga menjadi indikator awal keberhasilan pekon dalam menjalankan fungsi pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat. Pemerintah pekon menargetkan hasil pembangunan akan berdampak langsung pada mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta keamanan akses jalan.
Selain itu, Pemerintah Pekon Pujodadi membuka ruang evaluasi bersama warga agar setiap kegiatan pembangunan dapat ditinjau ulang secara objektif dan berkelanjutan.
“Desa bukan hanya tempat membangun, tapi juga ruang belajar demokrasi anggaran. Kita ingin desa mandiri, tapi juga cerdas dalam mengelola setiap rupiah uang negara,” tutup Syamsir. ( Woko)
