INTELEJEN NEWS.COM –
Merangin, Jambi — Puluhan warga Desa Simpang Talang Tembago, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, beramai-ramai mendatangi Mapolres Merangin pada Rabu (15/10/2025). Mereka menuntut keadilan atas dugaan kasus pelecehan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum Ketua BPD dan seorang Kepala Madrasah di desa tersebut.
Salah satu warga, Rintoni, bersama beberapa keluarga korban, menceritakan kronologi kejadian kepada awak media saat ditemui di warung kopi tak jauh dari kantor Polres Merangin.
“Kami sangat menyayangkan perilaku bejat oknum Ketua BPD dan oknum Kepala Madrasah itu. Mereka dengan seenaknya melecehkan anak-anak di bawah umur. Kejadian ini sudah terjadi sejak tahun 2024 sampai 2025,” ungkap Rintoni dengan nada geram.
Menurutnya, jumlah korban kini terus bertambah, karena pelaku diduga mengiming-imingi anak-anak dengan tontonan di ponsel miliknya, sebelum kemudian melakukan tindakan tidak senonoh.
“Dia mengajak anak-anak menonton di HP, lalu melakukan pelecehan, bahkan ada yang sampai memegang bagian tubuh korban,” lanjut Rintoni dengan emosi.
Kedatangan warga ke Mapolres Merangin bertujuan untuk mencari perlindungan hukum dan menuntut tindakan tegas terhadap para terduga pelaku.
“Kami datang ke sini supaya pelaku segera diamankan, agar tidak terjadi tindakan anarkis atau main hakim sendiri dari warga yang sudah marah,” tegasnya.
Sementara itu, para orang tua korban juga menyampaikan harapan besar kepada Kapolres Merangin agar segera mengusut tuntas kasus ini.
“Kami mohon kepada Bapak Kapolres agar pelaku segera diamankan. Kami hanya ingin keadilan untuk anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua korban dengan nada sedih.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Merangin belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pelecehan tersebut. Namun, situasi di sekitar Mapolres terpantau kondusif dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.
—
Siefronhadi
(Laporan dari Merangin, Jambi)








