KOTA SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP (20/04/26) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sorong, Onesimus Assem, memastikan pelayanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) kembali dibuka setelah sempat terhenti selama kurang lebih 7 hingga 8 bulan.
Onesimus menjelaskan, terhentinya layanan pencetakan KTP-el sebelumnya disebabkan oleh berbagai kendala teknis, terutama keterbatasan blangko dan tinta. Namun, setelah seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi, pihaknya mulai kembali melayani masyarakat sejak Senin, 20 April 2026.
“Mulai hari ini kami sudah siap cetak KTP. Minggu lalu kami umumkan bahwa hari Senin ini pelayanan kembali dibuka,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat, Disdukcapil menerapkan sistem pembagian nomor antrean. Warga yang telah mengambil nomor antrean diminta datang sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Nomor antrean 1 hingga 100 dilayani pada hari Senin, sedangkan No antrean 101 sampai 200 pada hari Selasa, 201 sampai 300 pada hari Rabu, dan seterusnya.
Ia mengakui, antusiasme masyarakat cukup tinggi sehingga terjadi penumpukan di kantor Disdukcapil. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan mendesak warga terhadap KTP-el untuk berbagai keperluan, seperti administrasi pekerjaan, usaha, hingga layanan publik lainnya.
Selain itu, pelayanan juga diprioritaskan untuk beberapa kategori, di antaranya warga yang kehilangan KTP, KTP rusak, perubahan data dari Papua Barat ke Papua Barat Daya, serta warga yang sudah melakukan perekaman namun belum sempat mencetak KTP dalam beberapa bulan terakhir.
Disdukcapil Kota Sorong juga membedakan pelayanan bagi masyarakat umum dan Orang Asli Papua (OAP). Untuk OAP, pelayanan akan dilakukan secara langsung di lingkungan masing-masing, tanpa harus datang ke kantor.
“Khusus Orang Asli Papua, mereka tidak perlu datang ke kantor. Petugas akan turun langsung ke 804 RT/RW di 41 kelurahan dan 10 distrik,” jelasnya.
Meski demikian, keterbatasan sarana masih menjadi tantangan. Dari empat alat perekaman yang dimiliki, dua di antaranya rusak akibat insiden pembakaran saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Saat ini, hanya dua unit yang dapat digunakan.
“Saat ini kami hanya pakai dua alat. Satu untuk pelayanan di kantor, satu lagi disiapkan untuk pelayanan ke lapangan,” katanya.
Untuk mendukung pelayanan, pihaknya menargetkan ketersediaan blangko sekitar 12 ribu keping, dengan stok tinta yang diperkirakan cukup untuk tiga bulan ke depan. Namun, melihat tingginya kebutuhan, diperkirakan stok tersebut bisa habis lebih cepat.
Pemerintah Provinsi juga telah memberikan dukungan berupa bantuan peralatan, meskipun kebutuhan tambahan alat pencetak masih sangat mendesak.
Menutup keterangannya, Onesimus mengimbau masyarakat agar mematuhi jadwal antrean yang telah ditentukan guna menghindari penumpukan.
“Saya minta masyarakat datang sesuai nomor antrean dan tanggal yang sudah ditetapkan. Kami tetap melayani, tetapi khusus untuk pencetakan KTP terlebih dahulu,” tegasnya.
(TK)






