Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki mengumpulkan ratusan perwakilan dari kelompok mahasiswa Cipayung Plus, belasan serikat pekerja/buruh, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan insan pers dalam forum dialog terbuka di Mapolda Jabar, Kamis (22/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menyampaikan pesan mendalam kepada masing- masing elemen demi menjaga kondusivitas Jawa Barat.
Kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Irjen Pol. Hengki mengingatkan agar ormas dapat menjadi wadah pengabdian dan pemersatu masyarakat.
“Hindari aksi intimidasi, kekerasan, dan tindakan apa pun yang mengganggu ketertiban umum. Selesaikan setiap pergesekan atau perselisihan melalui dialog dan musyawarah. Organisasi yang dihormati adalah organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” tegas Irjen Pol. Hengki
Sementara itu, kepada kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jabar (seperti HMI, PMII, GMNI, KAMMI, dan lainnya), Kapolda Jabar meminta agar gerakan intelektual tetap dijaga pada koridor yang bernilai.
“Teruslah kritis, jaga idealisme, dan kawal kebijakan publik secara cerdas serta bertanggung jawab. Sampaikan aspirasi secara damai dan berbasis data. Jangan biarkan provokasi merusak nilai luhur perjuangan mahasiswa,” lanjutnya.
Isu kesejahteraan buruh juga tak luput dari perhatian. Menanggapi dinamika hubungan industrial di Jawa Barat, kepolisian berjanji akan menjamin hak konstitusional buruh dalam menyampaikan pendapat di muka umum, selama tidak melanggar aturan hukum dan merugikan ketertiban umum.
“Perjuangan atas hak pekerja adalah bagian penting dari keadilan sosial. Kami menghormati hak menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, marilah kita dorong penguatan dialog tripartit antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah secara tertib,” pungkasnya.






