Kontroversi Pembangunan Irigasi Usaha Tani di Ngawi: Anggaran Tidak Tertera, Publik Pertanyakan Transparansi Proyek

INTELEJENNEWS.COM –

Ngawi, 13 November 2024 – Kegiatan pembangunan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani, serta pengerjaan air tanah dalam yang dilakukan oleh Kelompok Tani Gemah Ripah di Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, memicu kontroversi di kalangan masyarakat. Proyek yang terletak pada koordinat -7.523010, 111.548400 ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2024, namun papan informasi di lokasi proyek tidak mencantumkan jumlah anggaran, sehingga menimbulkan tanda tanya mengenai transparansi pelaksanaan proyek.

Bacaan Lainnya

Ketidakjelasan terkait anggaran dan ketiadaan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) yang biasanya dicantumkan pada papan proyek membuat masyarakat curiga. Proyek yang seharusnya dilakukan dengan prinsip keterbukaan ini justru terkesan ditutupi, sehingga memunculkan spekulasi tentang kemungkinan adanya ketidaksesuaian dalam alokasi dan pengelolaan anggaran.

“Ini menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat. Mengapa proyek yang dibiayai oleh dana pemerintah tidak mencantumkan jumlah anggaran di papan proyek? Padahal, ini sangat penting untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan bahwa anggaran digunakan sesuai rencana,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Yusuf Santoso, pihak pelaksana proyek, mengakui adanya kekeliruan terkait papan informasi yang tidak memuat jumlah anggaran. Menurutnya, jumlah anggaran sebenarnya yang dialokasikan untuk proyek tersebut adalah sebesar Rp285.000.000. Ia mengaku bersedia untuk memperbaiki papan informasi agar lebih jelas dan mencantumkan anggaran proyek sesuai dengan ketentuan.

“Kami mengakui bahwa ini adalah kesalahan kami. Papan informasi proyek akan segera kami perbaiki agar masyarakat bisa melihat jumlah anggaran yang telah dialokasikan. Tidak ada maksud untuk menutupi atau membuat proyek ini kurang transparan,” kata Yusuf kepada awak media.

Namun, di luar persoalan papan informasi, proyek ini juga dikeluhkan karena keterlambatan dalam pengerjaannya. Menurut pantauan di lapangan, pekerjaan berjalan lambat, sementara kebutuhan petani akan sistem irigasi yang baik semakin mendesak, terutama dengan datangnya musim tanam. Kondisi ini semakin memicu kekecewaan masyarakat dan memunculkan pertanyaan terkait profesionalisme dan pengelolaan proyek.

Sejumlah pihak mulai mendesak pemerintah setempat untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek yang menggunakan dana pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan petani. Salah seorang pengamat pembangunan dari wilayah tersebut menilai bahwa setiap proyek yang didanai oleh anggaran publik seharusnya memiliki transparansi penuh dan dilakukan sesuai standar yang berlaku. Ia menyebut, papan proyek yang tidak memuat informasi anggaran jelas dapat menimbulkan spekulasi dan mengurangi kepercayaan masyarakat.

“Keterbukaan anggaran adalah salah satu bentuk tanggung jawab pelaksana proyek terhadap masyarakat. Ini adalah uang negara, uang rakyat. Setiap sen yang digunakan harus bisa dilihat dan dipertanggungjawabkan dengan jelas,” jelas pengamat tersebut.

Selain itu, lambatnya pengerjaan proyek juga menimbulkan dugaan bahwa proyek ini mungkin tidak memiliki perencanaan yang matang atau ada kendala teknis lainnya yang tidak diinformasikan ke publik. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera turun tangan untuk mengevaluasi proyek ini dan mengklarifikasi kendala yang menyebabkan keterlambatan tersebut.

Banyak pihak yang berharap bahwa dengan adanya sorotan publik ini, proyek pembangunan irigasi dan air tanah dalam di Desa Karangsono dapat segera diselesaikan dengan baik, transparan, dan tepat waktu. Masyarakat yang bergantung pada irigasi untuk usaha tani mereka membutuhkan sistem yang dapat diandalkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang meningkat.

Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Ngawi diharapkan dapat lebih serius dalam melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang menggunakan anggaran negara. Dengan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap kegiatan pembangunan, diharapkan kepercayaan masyarakat dapat terjaga, serta pelaksanaan proyek dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi mereka yang membutuhkan.

Proyek ini kini tengah diawasi ketat oleh masyarakat setempat, dan mereka berharap agar keterbukaan anggaran serta percepatan pelaksanaan dapat segera dilakukan.

tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *