Reses Bersama Majelis Taklim KH Harun Adra’i, H. Iing Misbahudin Serap Aspirasi Perempuan Majalengka

Majalengka – Anggota DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin Mengelar Reses Masa Persidangan tahun 2025, menegaskan pentingnya peran Majelis Taklim sebagai garda depan pembinaan keluarga dan pendidikan anak.bersama ibu-ibu Majelis Taklim KH Harun Adra’i, Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka, kabupaten Majalengka.pada Kamis (13/11/2025).

Momentum tersebut akan dimanfaatkan oleh seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten majalengka kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) Satu Majalengka,Panyingkiran,Kadipaten,Dawuan, Kasokandel, untuk melakukan silahturahmi dan dialog guna menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan dijadikan pokok pikiran anggota DPRD dan disampaikan ke pemerintah daerah.

Dalam sambutannya Anggota DPRD Majalengka Fraksi PKS H. Iing Misbahudin menyampaikan salah satu aspirasi yang cukup menonjol datang dari warga Kecamatan Majalengka, terutama masyarakat yang tinggal di kelurahanb babakan jawa. Mereka mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak dan berlubang, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga

“Aspirasi yang saya serap dalam reses kali ini, salah satunya terkait perbaikan jalan di Kelurahan Babakan jawa. Warga meminta agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, karena kondisi jalan yang rusak cukup parah dan sudah lama belum tersentuh perbaikan,”pungkasnya

Selain dukungan sarana, Iing Misbahudin juga menyoroti pentingnya keberadaan pembimbing rohani (Bimroh). Program ini mendampingi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, termasuk pengajaran mengaji.

“Majelis Taklim adalah ruang pembinaan keluarga dan pendidikan generasi muda. Banyak aspirasi yang saya perjuangkan justru lahir dari ibu-ibu Majelis Taklim,” ujar Iing Misbahudin

Dalam kesempatan itu, Iing Misbahudin mendorong agar Majelis Taklim tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengajian, tetapi juga menjadi pusat informasi masyarakat.Ibu-ibu Majelis Taklim bisa ikut menyebarkan informasi penting ini ke masyarakat.

Mayoritas aspirasi yang masuk ke DPRD memang datang dari kelompok perempuan. Mulai dari persoalan pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Hampir setiap hari saya menerima aduan soal pendidikan dan kesehatan. Karena itu, fokus perjuangan saya adalah meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan perempuan melalui wadah Majelis Taklim,” tegasnya.

Harapan reses ini dengan menekankan bahwa Majelis Taklim bukan hanya ruang silaturahmi, melainkan juga sumber inspirasi pembangunan.saya mendengar langsung suara ibu-ibu. Harapan saya, setiap masukan bisa ditindaklanjuti sehingga manfaatnya dirasakan nyata oleh masyarakat.***

Pos terkait