INTELEJENNEWS.COM –
Merangin, Jambi – Intelejennews.com – Beredarnya pemberitaan di media sosial mengenai dugaan pembangunan gedung laboratorium SMKN 2 Merangin yang dianggap asal-asalan kembali memicu kontroversi. Oknum kepala sekolah berinisial HJ, yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, disebut bersikap arogan hingga menantang wartawan yang mengkritik pekerjaannya.
Menurut informasi yang beredar, proyek pembangunan gedung laboratorium ini dikerjakan tanpa memperhatikan standar kualitas, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan keselamatan para siswa yang akan menggunakan fasilitas tersebut. HJ, yang menjabat sebagai kepala sekolah, diduga menanggapi kritikan tersebut dengan menunjukkan sikap tidak terpuji dan menantang wartawan yang mengangkat isu ini.
Masyarakat sekitar menyayangkan perilaku kepala sekolah tersebut yang dinilai tidak mencerminkan sikap profesional seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat publik. Warga berharap agar HJ dapat menghargai kritik yang disampaikan media dan masyarakat, mengingat posisinya sebagai pemimpin di lingkungan pendidikan. Sikap arogan seperti ini dianggap tidak pantas, terutama bagi seseorang yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat dan memiliki tanggung jawab tinggi terhadap kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Para wartawan yang menginvestigasi proyek pembangunan laboratorium tersebut berharap agar pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu dan kualitas bangunan. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan para siswa yang nantinya akan menggunakan laboratorium tersebut. Jika kualitas bangunan tidak sesuai standar, potensi bahaya yang mengintai para siswa tentu akan sangat mengkhawatirkan.
Pihak media juga mengimbau instansi terkait untuk bersikap tegas dalam menindak dugaan penyimpangan ini. Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menggarisbawahi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat, khususnya terkait proyek yang didanai oleh anggaran negara. Kepala sekolah dan pihak terkait wajib memberikan penjelasan yang transparan untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi atau klarifikasi serius dari pihak SMKN 2 Merangin maupun HJ terkait tuduhan ini. Warga berharap kasus ini dapat menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum (APH) dan instansi pendidikan terkait, agar kejadian serupa tidak terulang dan mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Merangin.
Siepronhadi






