Bupati Merangin Dinilai Terlambat menyapa Pers

INTELEJENNEWS.COM –

Merangin Jambi-Hari ini para wartawan di Merangin diundang oleh Bupati ke rumah dinas. Saya memilih untuk tidak hadir. Bukan karena tidak menghargai undangan tersebut, apalagi mencederai etika hubungan pers dan pemerintah.

Saya hanya menilai, momentum itu sudah terlambat.
Sebab faktanya, sudah hampir satu tahun kepemimpinan berjalan.

Dalam praktik yang lazim, para bupati sebelumnya bahkan sejak hari-hari awal menjabat mengundang seluruh stakeholder, termasuk insan pers, untuk jumpa pers dan silaturahmi. Di sana biasanya disampaikan pesan-pesan awal kepemimpinan: arah kebijakan, harapan, serta komitmen membangun daerah secara terbuka dan akuntabel.

Pertemuan semacam itu bukan sekadar seremonial. Ia adalah tanda itikad, sinyal keterbukaan, dan pondasi komunikasi yang sehat antara pemimpin daerah dan publik melalui pers.

Ketika ruang dialog itu baru dibuka setelah waktu berjalan hampir satu tahun, wajar bila sebagian orang menilai ada jarak yang terlanjur tercipta. Bukan tidak bisa diperbaiki, tetapi momentum awal yang seharusnya menjadi penanda silaturahmi dan kebersamaan telah lewat.

Saya tetap berharap, dalam kepemimpinan ke depan, komunikasi dengan pers tidak ditempatkan sebagai formalitas yang datang belakangan, melainkan sebagai kebutuhan sejak awal: untuk saling mengingatkan, mengkritisi dengan niat baik, dan bersama-sama menjaga kepentingan publik.

Karena pers tidak pernah meminta diistimewakan ia hanya ingin dilibatkan sejak awal, bukan sekadar diundang ketika waktu sudah berjalan.

Siefronhadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *